Minggu, 11 Januari 2009

pelet lele


Re: [agromania] info mesin pembuat pakan ikan & komposisi bahannya

bambang rianto
Sat, 18 Oct 2008 02:07:16 -0700

Pak bambang sudiyono. Salam kenal juga.
Benar sekali apa yg bapak bilang bahwa sekarang ini kami semua sudah teriak
mengenai harga pakan. Oleh karena itu kami (petani) masih tetap berusaha utk
dpt`memproduksi pakan sendiri. Mohon doanya pak.
Nah sekarang kita bahas mengenai pengalaman dan cerita pak bambang mengenai (
maaf) tinja yg dpt digunakan sebagai bahan pakan. Mungkin ikan akan menjadi
cepat besar Pak. Tetapi hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil lele kita
nanti.Citra lele yg diproduksi oleh petani " ANU" pakannya adalah kotoran
manusia. Wah....rasanya saya sendiri jadi merasa takut utk mengkomsumsi lele yg
asal-usulnya tidak jelas. Belum penyakit yg akan datang dari bahan (kotoran)
yg telah kita olah merupakan suatu hal yg perlu diperhatikan juga. Jadi
sepertinya perlu penelitian lebih lanjut mengenai sumber bahan pakan yg satu
ini. Mudah-mudahan ada rekan yg lain yg mengetahui tentang resep daripada bahan
pakan ikan ini. Sekian pak Bambang. maaf apabila kita masih sama-sama bingung.

===================================
Jika Anda pelaku agrobisnis bonafid,
ayo kita gabung dan kumpul di sini:
http://www.direktoriabc.co.cc
===================================




--- On Tue, 10/14/08, Bambang Sudiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Bambang Sudiyono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [agromania] info mesin pembuat pakan ikan & komposisi bahannya
To: agromania@yahoogroups.com
Date: Tuesday, October 14, 2008, 7:47 AM






Urun rembug,
Pak Bambang Rianto, kalo ada resep pelet tentu banyak ditunggu rekan2. Seperti
kita lihat saat ini di waduk cirata 50 ribu jaring apung banyak yang nganggur
karena mahalnya pelet. Dua merek terkenal yang selama ini dipakai katanya harga
tak terjangkau.
Yang penting bahan pelet memenuhi kalori yang cukup dan murah.
Pernahkah ada yang mencoba bahan pelet dari (maaf) tinja?
beberapa rekan pernah menanam bibit lele di septic tank dan hasilnya luar biasa
besar. Juga saya ingat ketika di kampung saya dulu di purworejo kalao piara
ikan gurame dan diatasnya dibuat WC maka gurame nya cepet besar. Realita ini
apakah ilmiah apa tida saya tidak tahu.

Cerita lain lagi praktisi jati mas, teman sekampung saya namanya Pa Budoyo, dia
membuat pupuk dari tinja yang dibeli dari meobil penyedot seharga 30 rebu satu
tangki. kemudia dibuat penampungan dan ditutup beberapa hari dan hasilnya warna
hitam (tidak berbau) kemudian disalurkan ke bibit jati mas, hasilnya saya lihat
bagus dan tentunya beaya murah dan ramah lingkungan.

Atau juga saya lihat tema saya yang coba bikin pakan ikan dengan bangkai
binatang/ayam dan dibiarkan dalam wadah tertutup hingga menjadi belatung.
kemudian belatung ini langsung dimasukkan ke kolam. Katanya kandungan gizinya
cukup tinggi buat ikan. Apa benar?

Salam kenal dan terima kasih moderator.

Bambang S.

------------ --------- --------- ---------
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
INFORMASI:http://www.agromani a.co.cc
FORMULIR:http://www.formulir abc.co.cc
DIREKTORI:http://www.direktor iabc.co.cc
------------ --------- --------- ---------

----- Original Message ----
From: bambang rianto
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Monday, October 13, 2008 7:28:42 PM
Subject: Re: [agromania] info mesin pembuat pakan ikan & komposisi bahannya

buat pak asep. sekedar masukan saja. sebelum bapak membeli mesin pakan.
Perhatikan hal-hal dibawah ini ( pengalaman saya Pak.)
1.Kekuatan mesin pakan tersebut. ( motor penggeraknya) .Pilihlah yg memang
sudah punya nama.
2. Bahan mesin peletnya. Usahakan demo sebelum bapak membelinya. Sampai
benar-benar puas melihat hasil yg diproduksi.
3.Setelah bapak membelinya, usahakan untuk sales yg menjalankan mesin tersebut.
Maksudnya jika kita langsung yg mengoperasikan dan terjadi kesalahan operasi,
maka garansi mungkin tidak berlaku pak.
Dan yg terakhir, mengenai komposisi bahan...nah ini dia....saya juga sedang
bekerja dengan rekan-rekan , tapi hingga kini belum mendapatkan komposisi yg
bagus. Nanti deh...doakan saja mudah-mudahan dlm waktu dekat ini sudah ketemu
rumusnya .Nanti dikabarin ya pak. Terimakasih moderator atas dimuatnya posting
ini.

============ ========= =========
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
http://www.agromani a.co.cc
SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
============ ========= =========

--- On Sat, 10/11/08, asep muhajir wrote:

From: asep muhajir
Subject: [agromania] info mesin pembuat pakan ikan & komposisi bahannya
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Saturday, October 11, 2008, 12:09 AM

Mohon info mengenai mesin pembuat pakan ikan ( pelet ) kira2 berapa harga dan
bagaimana komposisi terbaik untuk membuat pakan ikan. Saya berencana untuk
memproduksi untuk sendiri dan komersial..

============ ========= ======
Mitra Bisnis Menanti Anda di:
http://www.agromani a.co.cc
(Buka TAB Direktori)
============ ========= ======

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]















__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

pemberdayaan perikanan

identifikasi lokasi pemberdayaan pembudidaya skala kecil & monev kebun bibit rumput laut tgl 21 – 24 mei 2008 di prov. JATENG




Dalam rangka Identifikasi Lokasi Pemberdayaan Pembudidaya Skala Kecil dan Monev Kebun Bibit Rumput Laut di Provinsi Jawa Tengah telah dilakukan kunjungan kelapangan yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 24 Mei 2008 dan hasilnya dapat kami laporkan sebagai berikut :
Identifikasi Lokasi Pemberdayaan Budidaya Skala Kecil dilakukan di dua Kabupaten yakni Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Purwodadi;
Kabupaten Purworejo;
Kelompok pembudidaya yang dikunjungi adalah Mino Ngremboko Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo; Dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 22 orang, dengan komoditas yang dibudidayakan utamanya ikan lele namun ada juga yang membudidayakan ikan Gurame; Pada umumnya wadah budidaya yang digunakan beragam, ada yang menggunakan kolam tanah, kolam tembok serta kolam terpal dengan rata-rata kepemilikan 1 - 3 kolam perorang; Permasalahan yang dihadapi pembudidaya di Kelompok Mino Ngremboko adalah pada saat musim dingin, sekitar bulan Juli - Agustus dimana banyak terjadi kematian ikan karena cuaca yang dingin; Permasalah yang dihadapi pembudidaya di Kelompok Mino ngremboko adalah mahalnya harga pakan,dimana 1 sak yang sebelumnya hanya Rp. 147.000,- sekarang naik menjadi Rp. 190.000,- sedangkan harga jual lele sebesar Rp. 9.000,- diambil dilokasi. Terbatasnya margin keuntungan pembudidaya menyebabkan pengembangan kelompok ini menjadi terhambat, dan pada saat kunjungan dijumpai kolam yang kosong, oleh karenanya diharapkan melalui kegiatan akselerasi pemberdayaan pembudidaya skala kecil dapat mendorong para pembudidaya untuk dapat berbudidaya kembali dan melakukan budidaya lebih effisien dengan hasil yang optimal.

2). Kabupaten Purwodadi;
a. Kelompok Pembudidaya Mina Arga Tirta;
Kelompok Pembudidaya yang dikunjungi adalah Kelompok Mina Arga Tirta, dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 25 orang, dan rata-rata kepemilikian kolam adalah 1 - 3 kolam. Kolam yang diusahakan beragam ada yang dengan kolam tanah dan ada pula dengan kolam terpal; Komoditas ikan yang dibudidayakan umumnya ikan lele namun ada juga yang membudidayakan ikan nila. Dari 25 anggota kelompok yang masih aktip hanya 15 orang, dari pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa kelompok ini masih boleh dikategorikan sebagai kelompok pemula. Sehingga masih sangat diperlukan pembinaan terlebih dahulu khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah, baru setelah dilakukan pembinaan dan diperlukan pembinaan dan pendampingan lebih intensif maka kegiatan akselerasi pemberdayaan budidaya skala kecil menjadi salah satu alternatip; Pemberian pakan pada budidaya lele di kelompok ini belum optimal dan pembudidaya memberikan pakan tambahan berupa bekicot. Disamping itu untuk menambah volume air di kolam yang berkurang, dilakukan penambahan air dari saluran dengan menggunakan pompa; Berdasarkan pengamatan dilapangan, dikuatirkan pada bulan bulan tertentu pada saat ada pemeliharaan saluran, akan megalami kesulitan memperoleh suply air.

Budidaya Gurame;
Kunjungan dilakukan terhadap budidaya gurame yang dilakukan oleh Suratman di Desa Sedadi Kab. Purwodadi, budidaya dilakukan di kolam yang dilapis terpal dengan memanfaatkan air saluran yang berasal dari Bendung Sedadi dengan menggunakan pompa air; Budidaya gurame dilakukan dalam wadah kolam dengan dilapis terpal, jumlah kolam yang diusahakan sebanyak 12 unit, dengan luas kolam 19 x 7 meter. Pakan yang diberikan pelet dan diberikan juga sayuran kangkung; Dengan penebaran bibit sebanyak 2.500 ekor dan dengan waktu pemeliharaan sekitar 12 bulan dan jumlah pakan yang diberikan sebanyak 48 sak (1 sak = 30 kg), dapat dihasilkan sekitar 1 ton dengan ukuran 2 ekor per kilogram. Dimana jumlah ikan yang masih hidup sekitar 2.300 ekor.

3. Monitoring dan Evaluasi Kebun Bibit Rumput Laut
a. Kabupaten Jepara;
Percontohan kebun bibit rumput laut dilakukan di perairan Desa Bandengan Kecamatan Jepara Kota kabupaten Jepara, budidaya bibit rumput laut dilakukan dengan metode rakit; Jenis rumput laut Cotonii yang dibudidayakan mencakup beberapa strains seperti jenis karimun, tembalang merah, sakol, maumere dan Filliphine; Dari hasil pengamatan dilapangan menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dimana dari 1 titik seberat 100 gram setelah dipelihara selama 1 bulan dapat dihasilkan 1000 gram.
b. Kabupaten Kendal;
Percontohan kebun bibit rumput laut dilakukan di perairan Desa Segentong Kecamatan Rawasari Kabupaten Kendal, budidaya bibit rumput laut dilakukan dengan metode rakit; Jenis bibit rumput laut Cotonii yang dibudidayakan hanya untuk strains jenis karimun dan maumere; Dari hasil pengamatan dilapangan belum menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dimana dari 1 titik seberat 100 gram setelah dipelihara selama 1 minggu dapat dihasilkan 200 gram.

4). Kesimpulan dan saran

Kelompok Mino Ngremboko Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, menurut pengamatan kami relatip lebih siap untuk memperoleh alokasi Pemberdayaan Budidaya Skala Kecil dengan kondisi kolam yang ada sebagian besar kosong, dan kelompok nampaknya cukup solid dengan dinamika kelompok dan semangat untuk maju serta nampak terlihat adanya koordinasi serta pembinaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Purworejo; Sedangkan untuk Kelompok Pembudidaya Kelompok Mina Arga Tirta, Kab. Purwodadi kondisi kelompok relatip baru sehingga dinamika kelompok masih belum nampak, serta kondisi perkolaman masih tingkat pemula dan dikuatirkan akan kesulitan sumber air pada musim kemarau, sehingga masih membutuhkan pembinaan yang lebih intensif dari Dinas Perikanan Provinsi dan Kabupaten; Perkembangan kebun bibit rumput laut baik di Kab. Jepara dan Kendal cukup menggembirakan, pelaksanaan kegiatan telah dilaksanakan dengan cukup baik dan rumput laut juga mau tumbuh dengan baik.

mau mannciiing

Tanggal :07 okt 08
Lokasi Mancing : Sungai dekat rumah di desa
Nama Anglers : Anang aka awan_awan
Spot : Sungai Bogowonto ( Kedung Nari dan Kedung Cadas )
Cuaca : Berawan/Mendung
Ikan yg di dapat : anakan Palung ( hampala ), ucheng, unjar.
Umpan yg digunakan : lur ( cacing sawah )

sudah semingguan lebaran di desa ( mudik ).
pagi-pagi duduk-duduk doank ( manyun... ) gak ada kegiatan, paling ke rumah sodara-sodara, si ini si itu. eh... Pak Lek ngajakin mancing di sungai di belakang rumah ( sekitar 200 m ). tapi saya sangsi dapatnya ikan apaan.. dulu memang banyak ikan palungnya ( hampala ), unjar, nila, ucheng sama malem. tapi karena sering di jala, dijaring, distrumin malahan ada yang Motas sekarang jadi langka banget..
yahh... gpp deh buat refreshing main di kali daripada cuma dirumah manyun doank...
spot pertama diajak ke Kedung Nari ( kedung=sungai yang dalam ), umpannya nyari lur di pinggir kali sama di sawah-sawah.
mata kailnya kueciiilll banget, umpannya juga kueciilll... pake pemberat timah daun kueciiilll juga... masang umpannya sampe kesusahan.
langsung lempar ke tengah kedung.... sepi....
lempar lagi ke kanan.. kekiri... ada tarikan pelan banget, langsung tarik..
ee... dapatnya ikan unjar, lempar lagi... unjar lagi..
narik lagi ee... dapatnya ikan ucheng...
setelah lama kok sepi... Pak Lek ngajakin pindah ke Kedung Cadas lewat sawah-sawah.
Pak Lek mampir sebentar ke warung pas perjalanan buat beli rokok sama umpan katanya, balik ternyata yang di bawa roti " klik " yang rasanya agak asin-asin gurih.
nyampe lokasi udah ada juga yang mancing, sama Pak Lek roti terus dicelupin ke air diremes di kepal-kepal. ambil sedikit terus dilempar ketengah buat bom seraya bilang " nih... lihatin.... ".
wow... ternyata rotinya disamberin sama ikan-ikan wader sama malem 4-5 jarian. busyetttt.... ternyata masih banyak juga ikannya... ikan yang kecil-kecil juga ikut-ikutan nyamber...
kata Pak Lek ternyata sekarang sama kepala dusun dilarang keras untuk menjala, menjaring apalagi mengobat di kedung ini kecuali memancing diperbolehkan. ( kalau ketahuan urusannya dilaporin aparat, jadinya gak ada yang berani ngrusak lagi ). untungnya masyarakat situ sangat mendukung banget hal tersebut, jadinya sungai ini sekarang banyak ikannya, malahan tiap tahun sengaja ditaburin bibit-bibit ikan wader sama nila.
salut buat masyarakat sini yang sudah sadar akan pentingnya kelestarian alam sekitar desa.
langsung deh... semangat...
lempar langsung ke tengah, dapatnya unjar... terus ucheng...
yang bikin saya kaget... alamakk..... ada ikan Palungnya ( hampala ) lagi parade tepat didepan saya 5 ekor sebesar 4-6 jarian. busyettt dah....
seneng banget akhirnya... , lama sekali gak pernah lihat ikan palung renang sana-sini didesa akhirnya terobati....
wow... takjub saya...
tapi ini nih... yang bikin geregetan, kalo di taburin umpan, ikannya pada mau nyamber. ee... pas umpan yang ada mata kailnya gak mau disentuh..
memang sih dapatnya kecil-kecil tapi asyik banget.... soalnya sudah lama banget saya gak mancing di desa, paling main ke sungai sama sawah-sawah lihat-lihat pemandangan.
puasss banget saya...
akhirnya terbersit deh rencana, tackle kolam saya musti ada yang saya taruh didesa, nanti kalo pas di desa lagi, mau mancing lagi..
mudah-mudahan kelestarian sungai disini tetap terus terjaga...

Dari lele sampai lohan


Rubrik
Olahraga
Berita Utama
Inspirasi
Finansial
Dikbud
Opini
International
Nasional
Iptek
Bisnis & Investasi
Nusantara
Naper
Metropolitan
Jawa Tengah
Berita Yang lalu
Rumah
Kesehatan
Audio Visual
Otonomi
Dana Kemanusiaan
Wisata
Musik
Sorotan
Ekonomi Internasional
Telekomunikasi
Perbankan
Pergelaran
Ilmu Pengetahuan
Esai Foto
Makanan dan Minuman
Properti
Swara
Teknologi Informasi
Muda
Teropong
Pendidikan Dalam Negeri
Investasi & Perbankan
Agroindustri
Furnitur
Otomotif
Pendidikan Luar Negeri
Bahari
Jendela
Pustakaloka
Ekonomi Rakyat
Fokus
Bentara
Info Otonomi
Tentang Kompas
Kontak Redaksi

Otonomi
Rabu, 27 Agustus 2003

Dari Ikan Lele sampai Lou Han

BANYAK orang mengenal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, karena keberadaan Candi Borobudur dan Mendut serta atraksi kesenian masyarakat sekitarnya. Namun, belum banyak orang tahu bahwa kabupaten tersebut juga merupakan salah satu sentra pembibitan ikan air tawar di Indonesia.

Kawasan yang menjadi sentra pembibitan ikan di Magelang adalah Ngrajek, Kecamatan Mungkid. Letaknya hanya beberapa kilometer dari kawasan wisata Candi Borobudur. Memasuki kawasan Ngrajek, kolam-kolam pembibitan ikan terlihat di sebagian besar rumah penduduk. Mereka membibitkan ikan di kolam semen maupun di empang dan sawah.

Pembibitan ikan memang merupakan salah satu gantungan hidup masyarakat Ngrajek dan sekitarnya. Setidaknya ada 25.807 keluarga mengusahakan pemeliharaan ikan air tawar di kolam, 14.687 keluarga memelihara ikan di sela-sela sawah, 283 keluarga mengusahakan ikan telaga dan irigasi, dan 86 keluarga yang khusus bergelut sebagai petani di unit pembenihan ikan.

Semaraknya usaha pembibitan dan pemeliharaan ikan juga tampak dari adanya Pasar Ikan Ngrajek yang khusus menjual bibit ikan. Pasar inilah yang menjadi pusat penjualan bibit ikan di Kabupaten Magelang.

Para petani ikan air tawar dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa datang ke pasar itu untuk membeli bibit ikan. Mereka antara lain berasal dari sejumlah daerah sentra ikan air tawar seperti Purbalingga, Banjarnegara, Sukabumi, Purworejo, Bawen, Semarang, Sukoharjo, Pontianak, Riau, dan lainnya.

Tidak heran jika Pasar Ngrajek senantiasa ramai oleh pedagang dan pembeli bibit yang bertransaksi. Ember-ember dan kolam semen untuk menampung bibit ikan memenuhi pasar yang berukuran sekitar 25 x 25 meter itu. Umumnya, bibit ikan yang dicari meliputi ikan tawes, mas, lele, gurame, mujair, nila, dan belut.

Bibit ikan dari kawasan Ngrajek disukai petani dari daerah lain karena lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak cepat mati. Bibit ikan paling "bandel" dari Ngrajek yang cukup dikenal adalah bibit tawes dan mas.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Magelang, luas lahan pembibitan ikan di kabupaten itu mencapai 46.365 hektar. Lahan tersebut menghasilkan bibit ikan sebanyak 411.669.100 kilogram pada tahun 2001 dan 401.498.300 kilogram pada tahun 2002. Dari data tersebut, terlihat ada penurunan produksi bibit ikan pada tahun 2002 dalam jumlah yang cukup banyak. Penurunan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca.

Biasanya, di musim kemarau panjang, produksi bibit ikan memang berkurang sebab banyak lahan pembibitan ikan di Magelang kekurangan air. Induk ikan pun malas bertelur. Di luar itu, petani terbiasa mengubah kolam ikannya menjadi ladang tembakau dan cabe di musim kering.

Permintaan bibit ikan dari daerah lain juga berkurang. Pasalnya, lahan perikanan air tawar untuk membesarkan ikan di daerah-daerah lain juga banyak yang dilanda kekeringan.

Lesunya produksi dan permintaan bibit ikan dari para petani pemelihara terlihat juga pada musim kemarau tahun ini. Joko Suprianto, salah seorang petani sekaligus pedagang bibit ikan, mengatakan, permintaan bibit ikan untuk dibesarkan sebagai ikan konsumsi turun 60-75 persen. "Biasanya saya bisa jual satu kuintal bibit ikan sehari, sekarang 10 kilogram saja susah," katanya.

Hal yang sama dikatakan pedagang bibit ikan lain, Rowi. Menurut dia, di awal musim hujan, penjualan bibit cukup semarak. Pasar Ngrajek selalu dipenuhi bak-bak berisi bibit berbagai ikan. Pembeli pun datang silih berganti, mengalir seperti air.

"Kalau lagi ramai, halaman pasar ini penuh dengan bak ikan. Bahkan, susunan bak bisa sampai keluar pagar pasar," kata Rowi.

Namun, bagi para petani yang tidak hanya menunggu pembeli dan berusaha memperluas pasar tradisional mereka, perdagangan bibit ikan sebenarnya tidak sesuram itu. Peluang untuk menjual bibit ikan, terutama lele dan mas, masih terbuka lebar.

Menurut Joko, setiap hari sebenarnya ada permintaan bibit ikan lele dan mas ukuran 2-3 sentimeter sebanyak satu juta ekor dari beberapa pedagang dan pemelihara ikan hias lou han di Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta. Bibit ikan lele dan mas itu dijadikan pakan ikan hias yang sedang digandrungi banyak orang itu.

Namun, permintaan bibit ikan sebanyak itu tidak bisa dipenuhi para pedagang. Kemampuan para pedagang di Ngrajek untuk memasok bibit ikan hanya sekitar 200.000 ekor sehari. Dengan demikian, pasokan bibit ikan ke tiga kota itu masih kurang setidaknya 800.000 ekor bibit sehari. Pasar bibit ikan lele dan mas itu masih bisa diperlebar lagi, karena masih banyak pencinta lou han di kota-kota lainnya di Indonesia yang juga membutuhkan kedua jenis bibit ikan itu untuk pakan.

Harga jual bibit ikan untuk pakan lou han pun kini sedang tinggi. Sejumlah pedagang bibit ikan yang ditemui di Pasar Ikan Ngrajek, pekan lalu, mengatakan, harga bibit ikan melonjak sejak April lalu. Bibit ikan lele ukuran 2-3 sentimeter yang sebelumnya berharga Rp 5 per ekor, kini melonjak menjadi Rp 17 per ekor. Kenaikan juga terjadi untuk bibit ikan mas yang sebelumnya Rp 25.000/kg kini menjadi Rp 35.000/kg, sedangkan bibit ikan tawes yang semula Rp 15.000/kg menjadi Rp 20.000/kg.

Joko berpendapat, petani harus mulai kreatif memanfaatkan pasar yang ada. Permintaan bibit ikan lele dan mas yang cukup tinggi sebenarnya dapat dipenuhi jika para pedagang mau bekerja sama untuk memenuhi pasar baru itu. Namun, petani tidak perlu meninggalkan pasar tradisional mereka yang sudah ada.

Maryoto, staf di Bagian Budidaya Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, mengakui, produksi bibit ikan di Ngrajek masih terbatas, padahal peluang pasarnya besar. Dia mencatat, permintaan bibit ikan lele untuk pakan lou han baru bisa disediakan sekitar 10 persen dari permintaan sebanyak satu juta bibit sehari. (BUDI SUWARNA)

Search :

Berita Lainnya :

·

Kabupaten Magelang

·

Dari Ikan Lele sampai Lou Han



Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS