Minggu, 11 Januari 2009

ikan mas di Loano

Berita Aktual
Wanita
Lelaki
Sehat
Gaya
Layar
Sport
Entertainmen
Kejawen
Komunitas
SMCN
Daerah
Rabu, 11 April 2007 : 14.26 WIB
Produksi Petani Ikan Mas Turun
Purworejo, CyberNews. Berbeda dengan sebelumnya, produksi petani ikan Mas di Kabupaten Purworejo kali ini menurun. Itu disebabakan karena ketidakstabilan musim yang berdampak pada ketahanan bibit.

Pedagang ikan di pasar ikan Loano, Kuncung (35), Rabu (11/4), mengungkapkan, petaninya beberapa waktu lalu menyebar bibit sebanyak 3.000 ekor. Hasilnya yang masih bertahan ternyata hanya 750 ekor. "Berarti terjadi penurunan 75 persen kan," jelasnya meyakinkan.

Menurut Kuncung, musim kali ini yang tidak menentu, terkadang hujan dan terkadang panas membuat suhu air tidak stabil. Akibatnya, bibit ikan yang kurang tahan mati. "Ikan Mas itu tidak terlalu tahan," tukasnya.

Selain ketidakstabilan musim, petani juga dihadapkan pada masalah burung yang sering memakan bibit di kolam. Ikan Mas termasuk jenis yang paling disukai burung. Pedagang lain, Yanto (29) mengatakan, akibat penurunan produksi tersebut harga ikan Mas naik. Baik untuk jenis konsumsi maupun bibit.

Untuk jenis konsumsi misalnya, sejak beberapa waktu lalu harganya naik dari Rp 15.000 perkilogram menjadi Rp 17.000 perkilogram. "Kalau bibit harganya lebih mahal. Sekarang mencapai Rp 40.000 perkilogram," katanya.

Untuk jenis ikan lainnya, Ponijan (42), juga pedagang di pasar ikan Loano, mengungkapkan masih stabil. "Yang lain masih stabil. Bawal, lele, gurame, nila, dan patin baik produksi maupun harganya stabil," katanya.

Sedikit ada peningkatan jumlah permintaan adalah ikan jenis lele. Menurutnya ini wajar karena seperti biasa setiap musim penghujan banyak masyarakat yang mengisi kolamnya.

Pada bagian lain Ponijan mengungkapkan, sejumlah petani di Loano saat ini mulai membudidayakan ikan gurame. "Dulu kita hanya kulakan, tapi sekarang budi daya sendiri," katanya.

Hanya ada sedikit kendala yang dialami. Yaitu ketersediaan makanan ikan berupa cacing yang pada musim penghujan ini lumayan sulit dicari. "Tempat-tempat cacing terendam air," katanya.( nur kholiq/Cn08 )

Berita Terkini
Senin, 18 Februari 2008 : 19.36 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.25 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.18 WIB - Ekonomi Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 19.10 WIB - Daerah Aktual
Diduga Kuota Haji Habis
Warga Luar Jawa Cari KTP Magelang
Senin, 18 Februari 2008 : 18.54 WIB - Nasional Aktual Senin, 18 Februari 2008 : 18.32 WIB - Ekonomi Aktual

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission

kajian di purworejo

Search
Ahad, 14 Muharram 1430 H, 12 Januari 2009, 5:05:25 PM
Main Menu
Home

Aqidah (141)
Manhaj (92)
Hadits (75)
Fiqih (169)
Nasehat (114)
Muslimah (68)
Fatwa Ulama (207)
Info Kajian Salafi (75)
Tasjilat Salafiyah (11)
Mengapa Salaf (19)
Hizbiyyah/Aliran (70)
Pesantren/Ma'had (24)
Biografi (26)
Tafsir (11)
Resensi Buku (11)


Link Salafy
Kajian Salafi
Search




Purworejo
Kamis, 15-Maret-2007, Penulis: Administrator

Berikut jadual kajian terakhir yang diadakan oleh Majelis Ta'lim Ahlusunnah di kota Purworejo dan sekitarnya sebagai berikut :

1. Aqidah
Waktu : Setiap hari Senin, pukul 14.00 WIB - Ashar
Materi : Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Lokasi : Penjahit Ruhma, Kenteng, Purworejo
Pengajar: Al Ustadz Abu Hamam
Peserta : Umum (Ikhwan/Laki & Akhwat/Pr)

2. Aqidah
Waktu : Setiap hari Jumat, pukul 14.00 WIB - Ashar
Materi : Kitab Ushul Iman karya Syaikh Ibnu Utsaimin / Kitab
Arba’in an Nawawi
Lokasi : Penjahit Ruhma, Kenteng, Purworejo
Pengajar: Al Ustadz Abdul Qowiy / Hafidz (Muntilan)
Peserta : Umum (Ikhwan/Laki & Akhwat/Pr)

3. Aqidah
Waktu : Setiap hari Ahad pertama, pukul 07.30 WIB - Ashar
Materi : Aqidah Al Wasithiyah
Lokasi : Penjahit Ruhma, Kenteng, Purworejo
Pengajar: Al Ustadz Abu Hamam
Peserta : Umum (Ikhwan/Laki & Akhwat/Pr)

4. Aqidah
Waktu : Setiap hari Ahad kedua, pukul 07.30 WIB - Ashar
Materi : Kitab Riyadus Sholihin karya Imam Nawawi
Lokasi : Penjahit Ruhma, Kenteng, Purworejo
Pengajar: Al Ustadz Adib Wonosobo
Peserta : Umum (Ikhwan/Laki & Akhwat/Pr)

5. Aqidah
Waktu : Setiap hari Ahad pertama, pukul 15.30 WIB - Ashar
Materi : Kitab Huquq
Lokasi : Penjahit Ruhma, Kenteng, Purworejo
Pengajar: Al Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc
Peserta : Umum (Ikhwan/Laki & Akhwat/Pr)

6. Aqidah
Waktu : Setiap hari Ahad pertama, pukul 15.30 WIB - Ashar
Materi : Kitab Ushulus Sittah
Lokasi : Penjahit Ruhma, Kenteng, Purworejo
Pengajar: Al Ustadz Muslim (Alumnus Darul Hadits, Dammaj, Yaman)
Peserta : Umum (Ikhwan/Laki & Akhwat/Pr)

7. Aqidah
Waktu : Setiap hari Ahad pertama, pukul 07.30 WIB - Ashar
Materi : Aqidah Al Wasithiyah
Lokasi : Penjahit Ruhma, Kenteng, Purworejo
Pengajar: Al Ustadz Abu Hamam
Peserta : Umum (Ikhwan/Laki & Akhwat/Pr)

Kontak Person :
Abdurrahman 081392226423
Ibnu Mas'ud 085218539448
Ummu Muhammad 81329722456
Ummu Abdul Malik 085643743984

Informasi rute lokasi ta'lim :
Rute perjalanan :
- Dari terminal Purworejo naik kopada jalur A ke arah
kota, turun SD Negeri Kenteng. Masuk gang di sebelah Timur
SD kurang lebih 100 m (Penjahit Ruhma).
- Dari Kota naik kopada jalur A ke arah Kutoarjo, turun SD
Negeri Kenteng. Masuk gang di sebelah Timur SD kurang
lebih 100 m (Penjahit Ruhma).

Kontributor : Wahyudi Mulyaningrat yuhudza_88 at plasa.com

http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1143


Home :: Da’watuna :: Info Ta’lim :: Maktabah :: Pertanyaan :: Buku Tamu
© 2005 - 2006 DarusSalaf.or.id

Ssalafi

Aqidah

Bingkisan Untuk Kaum Muslimin Palestina (Hit 99)
Ahad, 11 Januari 2009 - 09:34:58, Redaksi Assalafy.org
Meneladani Rasulullah dalam Ber'idul Fithri (Hit 1143)
Ahad, 31 Agustus 2008 - 10:15:30, Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Hilangnya Ilmu dengan diwafatkannya ulama (Hit 593)
Kamis, 31 Juli 2008 - 10:37:58, Al Akh Abu 'Amr Ahmad Alfian
Islam Mengajarkan Keadilan, Bukan Persamaan dalam Segala Hal (Hit 1078)
Rabu, 02 April 2008 - 10:29:23, Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
Meraih Kemuliaan Dengan Islam (Hit 788)
Rabu, 02 April 2008 - 10:28:00, Al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin
Mengingat Mati (Hit 881)
Rabu, 02 April 2008 - 08:45:30, Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Mendulang Mutiara Hikmah dari Perjalanan Hidup Nabi Ibrahim ‘alaihissalam (Hit 1634)
Sabtu, 08 Desember 2007 - 22:38:35, Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi
Qurban, Keutamaan dan Hukumnya (Hit 1513)
Sabtu, 08 Desember 2007 - 22:37:14, Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin
Berqurban Sebagai Tanda Pengorbanan (Hit 985)
Sabtu, 08 Desember 2007 - 22:28:03, Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
Sunnah yang Terabaikan Bagi Seseorang yang Mau Berqurban (Hit 1295)
Sabtu, 08 Desember 2007 - 22:25:11, Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin
Takutkah Anda Berkorban? Maukah Anda Berjuang? (Hit 1000)
Sabtu, 08 Desember 2007 - 22:23:51, Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah
Rasul Baru Itu Al-Masih Al-Maw’ud (Sesatnya Al-Qiyadah Al-Islamiyah) (Hit 1692)
Senin, 19 November 2007 - 10:09:51, Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin
Syubhat dan Bantahan Seputar Turunnya Isa ‘alaihissalam (Hit 1182)
Senin, 19 November 2007 - 10:08:15, Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Al-Masih Versi Yahudi dan Nasrani (Hit 1207)
Senin, 19 November 2007 - 10:05:41, Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Ghuluw Nashara Terhadap Isa bin Maryam ‘alaihissalam (Hit 807)
Senin, 19 November 2007 - 10:04:39, Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak Ata
Isa Al-Masih ‘alaihissalam Mengikuti Syariah Islam dan Bukan Menghapusnya (Hit 851)
Senin, 19 November 2007 - 10:03:02, Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin
Turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam Pertanda Akhir Zaman (Hit 766)
Senin, 19 November 2007 - 10:01:37, Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
Hikmah Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam (Hit 606)
Senin, 19 November 2007 - 09:59:52, Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Misi Nabi Isa ‘alaihissalam Saat Turun ke Bumi (Hit 527)
Senin, 19 November 2007 - 09:58:38, Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam di Akhir Zaman, Sebuah Akidah yang Wajib Diimani (Hit 457)
Senin, 19 November 2007 - 09:57:07, Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Mengimani Isa ‘alaihissalam Turun, Sebuah Keniscayaan (Hit 441)
Senin, 19 November 2007 - 09:55:01, Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin
Dajjal, Antara Kenyataan dan Kamuflase (Hit 949)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:37:55, Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman
Menyibak Misteri Ibnu Shayyad (Hit 922)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:36:23, Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin
Menanti Tanda-tanda Kekuasaan Allah di Akhir Zaman (Hit 891)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:34:06, Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
Dajjal Sudah Ada di Sebuah Pulau (Hit 1796)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:31:28, Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Beberapa Pengingkaran Terhadap Eksistensi Dajjal (Hit 616)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:29:03, Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
Sifat-sifat Dajjal (Hit 568)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:27:07, Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
Keluarnya Dajjal Sebagai Tanda Hari Kiamat (Hit 475)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:24:52, Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
Adakah Dajjal? (Hit 658)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:21:53, Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.
Berita Ghaib, Antara Kufur dan Iman (Hit 2)
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 04:52:54, Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman

berita

BISMILLAHIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
781. Tragedi Berdarah Pasuruan, Empat Tewas

Bentrokan Pasuruan, menurut versi yang dikemukakan Komandan Korps Marinir
(Dankormar) Mayjen Safzen Nurdien dalam jumpa persnya di Markas Marinir I di
Jalan Opak, Surabaya, Rabu (30/5), tembakan itu dilakukan untuk membela diri
lantaran diserang warga tatkala melakukan patroli di desa tersebut. Tatkala
melakukan penyerangan, warga terlihat membawa clurit, batu dan kayu. Anggotanya
sudah berupaya menghalau dengan memberikan tembakan peringatan ke atas. Karena
tak takut, akhirnya, pasukan melakukan tembakan ke tanah yang kemudian
diperkirakan memantul dan mengenai para korban.
Keterangan Safzen Nurdien yang menyatakan: "anggotanya memberikan tembakan
peringatan ke atas. kemudian tembakan ke tanah," itu merupakan kebohongan
publik. Bagaimana bisa tembakan ke atas atau ke tanah, kalau kenyataan bicara
lain. Di belakang rumah Misnatun yang pada hari Rabu dipasangi police line masih
terlihat bercak isi kepala Khotijah yang menempel di daun pintu. "Ini isi kepala
isteri saya yang belum dibersihkan," kata Misnatun dengan mata berkaca-kaca."
Kepala Khotijah yang sedang hamil 4 bulan itu diterjang peluru tepat mengenai
kepalanya hingga tembus ke belakang. Sutam diterjang peluru menembus tengkuk di
belakang kepalanya. Dada Mistin diterjang peluru tembus ke punggungnya dan
merobek dada anaknya Khairil Agung bocah yang masih berumur 3 tahun.
Peluru-peluru itu "menyanyi" bahwa itu berasal dari tembakan mendatar para
Marinir, bukan tembakan peringatan ke atas, bukan tembakan ke tanah, seperti
kebohongan publik yang dinyatakan Safzen Nurdien dalam jumpa persnya. Tidak
masuk akal perempuan hamil 4 bulan dan perempuan yang mnggendong anaknya akan
menyerang yang membahayakan para Marinir.

Tindakan Marinir melakukan penembakan terhadap para petani menuai kecaman.
Penyerangan dan penembakan itu melanggar hukum bahkan itu pelanggaran HAM berat.
Seharusnya TNI AL menahan diri untuk tidak melakukan penembakan dan anarkis
terhadap warga. Pencopotan Komandan Pusat Latihan tempur (Danpuslatpur) Marinir,
Mayor Husni Sukarwo pasca tragedi berdarah Pasuruan dinilai belum cukup oleh Ali
Mochtar Ngabalin yang anggota Komisi I DPR RI. Panglima TNI harus mencopot
Dankormar Mayjen Safzen Nurdien. Menurut Ngabalin dalam UU TNI No.34/2004,selain
perang, operasi militer hanya bisa dilakukan terhadap kelompok separatis dan
teroris. "Tapi warga Alas Tlogo, Pasuruan bukan separatis maupun teroris. Di
sana juga tidak ada urusan Marinir. Itu wewenang polisi. Marinir tidak
seharusnya melakukan arakisme begitu, sebab senjata dibeli lewat APBN yang
jelas-jelas dari rakyat," tegas Ali.

Pada pihak lain, LBH Surabaya memberikan versi yang berbeda atas tragedi
berdarah tersebut. Bentrokan antara warga dan marinir bermula dari upaya
pembuldoseran tanaman warga di atas tanah yang masih berstatus sengketa oleh
pekerja dari PT Rajawali, sebuah perusahaan hotikultura yang menjadi mitranya
TNI AL. Untuk menjalankan aksinya itulah, para pekerja dikawal oleh para
Marinir. Menurut Herlambang dari LBH Surabaya, menyusul reformasi, terjadi
proses re-claiming oleh warga Alas Tlogo dan sekitarnya terhadap tanah-tanah
mereka yang sebelumnya dikuasai pihak TNI AL. Ketika itu, kata dia, terjadi
kesepakatan bahwa pemukiman TNI AL (Prokimal) tak akan diutak-utik, namun lahan
pertanian dikembalikan kepada warga untuk digarap.

Permasalahannya, sejak terjadi pergantian komandan tahun lalu, terjadi kebijakan
yang berbeda. Aksi kekerasan terhadap petani kembali marak. Beberapa kali warga
dilaporkan dibawa secara paksa ke markas Marinir. "Komandan yang baru sepertinya
memang tidak mengerti tentang kasus tanah,"ujar Herlambang. Menurut Muhamad Faiq
Asidiki, Kordinator Divisi Tanah dan Lingkungan LBH Surabaya, sebenarnya
sebagian lahan pertanian yang diaku milik TNI ternyata dialihfungsikan sebagai
lahan pertanian hotikultura oleh PT Rajawali. Perusahaan yang antara lain
menanam tebu dan mangga ini mendapat konsesi pertanian dari pihak TNI AL. "Warga
jelas bertanya-tanya, mengapa bukan mereka yang mendapatkan hak itu sebagai
penduduk setempat dan juga pemilik awalnya sebelum diambil alih," tandas Faiq.
***
Bentrokan Pasuruan menambah panjang daftar kekerasan terhadap petani yang
melibatkan aparat pertahanan. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di desa
Sukamulya, Rumpin, Bogor, 22 Januari lalu. Ketika itu, warga terlibat bentrok
dengan TNI AU yang mengklaim tanah yang dikuasai warga sebagai milik mereka.
Dalam kejadian itu, sekurang-kurangya 2 orang dilaporkan ditembak. Konflik
antara tentara dan warga umumnya mencuat lantaran perbedaan pengakuan hak atas
tanah. Dalam kasus sengketa tanah di Jatiwangi di Majalengka, Jawa Barat,
umpamanya, pihak AU mengklaim hak tanah lantaran dulunya di lahan yang
disengketakan tersebut merupakan pangkalan udara AU Jepang. Sebaliknya,
masyarakat setempat bersikukuh bahwa lahan tersebut merupakan milik keluarga
mereka yang disita oleh Jepang.

Bentrokan Pasuruan yang melibatkan warga desa Alas Tlogo dengan pasukan marinir
tak hanya mengundang kecaman, tapi juga menuai spekulasi terhadap rencana
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimplementasikan reforma agraria. Program
ini merupakan janjinya dalam pilpres 2004 silam. Spekulasi, atau tepatnya
kekhawatiran tersebut, terkait dengan dugaan adanya benang merah terhadap
kekerasan terhadap petani selama tahun 2007 ini. "Ini masih analisa
sementara,"ungkap Usep Setiawan, Sekjen Konsorsium Pembaharuan Agraria kepada
berpolitik.com. Usep menilai, bentrokan Pasuruan dapat diindikasikan sebagai
keengganan militer untuk turut menyukseskan rencana SBY melakukan penataan
agraria. Karena itu, ia berharap SBY segera mempertegas rencana penataan agraria
yang hendak digulirkannya itu. "Langkah awalnya, SBY selaku panglima tertinggi
TNI segera menggiring kembali TNI untuk kembali ke barak dan menegaskan posisi
polisi sebagai penjaga keamanan dan TNI bukannya centeng bagi
perusahaan-perusahaan yang terlibat konflik agraria dengan masyarakat,"
paparnya.

Firman Allah, yang seharusnya dicamkan baik-baik oleh para petinggi TNI:
-- FHL 'ASYTM AN TWLYTM AN TFSDWA FY ALARDh WTQTh'AWA ARhAMKM (S.MhMD, 47:22),
dibaca:
-- fahal 'asaitum tawallaitum an tufsidu- fil ardhi watuqaththi'u- arha-makum,
artinya:
-- Maka apakah jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan
memutuskan hubungan kemanusiaan?
WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 3 Juni 2007
[H.Muh.Nur Abdurrahman]

Petani Harus Hindari Sistem 'Ratoon'

Petani Harus Hindari Sistem 'Ratoon'

Kapanlagi.com - Penanaman padi dengan menggunakan sistem ratooning atau menyisakan batang padi sehingga akan tumbuh sendiri di kemudian hari, sebaiknya dihindari karena akan memacu ledakan hama tanaman.

"Dengan sistem ratoon, hama tanaman seperti wereng dan penggerek seolah-olah mendapat persediaan makanan secara terus menerus sehingga populasinya akan meledak dan sulit diberantas," kata Dr. Ir. Djoko Prayitno, M.Sc, ahli budidaya padi Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa.

Sistem penanaman ratooning tersebut dilakukan pada padi Super Toy HL-2 yang ditanam di Purworejo yang kemudian mengalami puso pada panen kedua.

Menurut Djoko, pada prinsipnya semua varietas padi dapat ditanam dengan sistem ratooning, hanya saja sistem tersebut tidak tepat bila diterapkan di daerah pertanian intensif seperti di Pulau Jawa.

"Ratooning hanya cocok dilakukan di daerah rawa atau banjir dengan tenaga kerja yang kurang," katanya.

Jika penanaman padi di Jawa dilakukan secara ratooning, Djoko mengkhawatirkan padi di seluruh daerah akan puso karena serangan hama.

Ia menambahkan, padi Super Toy HL2 yang kini tengah menjadi perbincangan hangat setelah mengalami gagal panen karena batangnya gabuk adalah padi tipe lama atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai padi Jawa.

Beberapa varietas yang termasuk padi Jawa di antaranya padi bulu, cere dan gundil dengan ciri-ciri fisik berbatang tinggi namun produksinya sedikit yaitu sekitar tiga hingga empat ton per hektar.

Padi tipe lama cenderung tidak tahan terhadap hama dan tidak bisa dilakukan pemupukan yang terlalu berlebihan karena akan ambruk.

Menyinggung kasus gabuk seperti yang terjadi pada hasil panen kedua Super Toy HL2 di Purworejo, Djoko mengatakan kondisi gabuk pada tangkai padi perlu dilihat secara fisik.

Jika hanya sebagian tangkai yang gabuk maka kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya pemupukan, sedang jika seluruh tangkai gabuk hal tersebut lebih disebabkan serangan hama penggerek.

Sementara itu ahli pemuliaan tanaman UGM Supriyatna mengatakan, menyilangkan dua varitas tanaman yang berbeda untuk mendapat varietas baru dengan sifat-sifat yang lebih unggul dari varietas lama bukan urusan mudah dan membutuhkan penelitian dengan waktu yang cuku lama.

Padi Super Toy HL2 disebut merupakan hasil persilangan antara dua jenis padi tipe lama yaitu Rojo Lele dan Pandanwangi yang keduanya memiliki kapasitas produksi rendah.

Ia mengatakan, waktu yang diperlukan untuk mendapatkan varietas baru yang ideal adalah tujuh hingga delapan generasi atau paling cepat tiga tahun jika dalam satu tahun panen tiga kali.

Selain itu, juga diperlukan uji lokasi setidaknya di 20 lokasi dan baru dilihat rata-rata hasil dan asumsi stabilitasnya.

"Kemudian didaftarkan ke komisi pelepasan varietas, baru ada surat dari Menteri Pertanian dengan jumlah bibit yang masih terbatas, Sedangkan untuk memperbanyaknya tugas dari ahli teknologi benih," katanya.

Berdasarkan kejadian yang merugikan petani Purworejo yang menanam Super Toy HL2, Fakultas Pertanian UGM menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan uji ketahanan varietas tersebut terhadap hama tanaman karena pada tipe tersebut biasanya rentan terhadap serangan hama atau penyakit tanaman. (*/bee)

dongeng sebelum tidur


Dongeng Sebelum Tidur

Dulu , setiap membaca karangan dunia Barat, beberapa diantaranya ada menyisipkan ritual membaca dongeng sebelum tidur. Hal ini dilakukan oleh Ayah atau Ibu mereka. Juga di serial atau film Barat sering sekali ada adegan membaca dongeng di tempat tidur kemudian selesai membaca Ayah atau Ibu meninggikan selimut di badan anaknya kemudian mematikan lampu baca dan mengucapkan kata “Good Night” dan kemudian menutup pintu.

Sementara Ibu adalah produk anak ke 11 dari 13 bersaudara yang tidur bareng dengan sepupu di satu kamar. Kemudian pernah tidur di kamar gudang dekat dapur karena ingin memiliki privasi sendiri. Memang Ibu akhirnya selalu membaca majalah atau buku sebelum tidur berhubung kamar gudang itu adalah tempat penyimpanan buku ataupun majalah yang sudah selesai dibaca. Karena fungsinya maka lampu di kamar hanyalah 5 watt. Dan inilah awal Ibu mengalami gangguan penglihatan dan berdampak pada minus 2,75 di kelas 4 SD.

Tapi acara pembacaan dongeng sebelum tidur tidak pernah Ibu alami.

Kemarin saat gegap gempita Obama sebagai Presiden USA, ada satu wawancara dengan Michele istrinya, salah satu kalimatnya menyatakan kurang lebih begini, “Kami ingin kedua anak kami hidup senormal mungkin walaupun di Gedung Putih, mereka boleh masuk ke Ruang Oval untuk menyatakan selamat malam kepada Ayahnya setelah menyelesaikan Peer. Obama pun telah berjanji untuk mengusahakan membacakan cerita kepada mereka sebelum tidur”

Indah sekali, Seorang Presiden USA tetap menganggap penting ritual membaca sebelum tidur. Bagaimana di Indonesia ?

Hari ini Ibu membaca Sisipan Ruang Baca Edisi November dari Koran Tempo.

Tepat di bagian belakang di Artikel Kolom ditulis oleh Qaris Tajudin berjudul

Gunung, Buku dan Imajinasi (sayangnya link Ruang Baca bulan ini belum upload di http://www.ruangbaca.com)

Ternyata meniru kebiasaan baik itu, 2 minggu lalu Sigit menemukan Buku “ Kumpulan Kisah Dongeng HC Andersen” di salah satu box di Garasi. Buku itu Ibu beli saat Ibu berdinas di Jambi tahun 1999, kalau tidak salah itu dibeli saat diskon di Toko Buku Abadi.

Sigit membawanya ke kamar tidur dan memilih salah satu cerita berdasarkan gambarnya yang paling menarik hati Sigit, Judulnya : Prajurit Timah Berkaki Satu. Sigit menyuruh Ibu membacakannya. Saat itu Ibu teringat dengan Impian masa kecil Ibu tentang Membaca Buku Dongeng Sebelum Tidur. Dengan senang hati Ibu melakukannya. Cerita 16 halaman itu Ibu bacakan segera.

Esok harinya sebelum tidur Sigit minta dibacakan cerita yang sama.

Esoknya lagi juga demikian.

Sampai 7 hari berturut-turut cerita yang sama.

Padahal Ibu ingin membacakan kisah yang lain karena bosan membaca itu itu saja. Sigit memang mengalah dan mempersilahkan Ira memilih cerita lain. Sahira memilih cerita “Itik Buruk Rupa.” Namun begitu Ibu selesai membaca cerita itu , Sigit menuntut Ibu harus membaca “Prajurit Timah Berkaki Satu”

Akhirnya Ibu buat kesepakatan bahwa kita akan saling bergantian membacanya karena SIgit kan sudah pintar membaca. Sigit setuju dan malam itu kita bergantian membacanya.

baca-buku-dongeng1

Malam berikutnya SIgit ingin membaca sendiri lebih banyak, 4 halaman sekaligus secara langsung kemudian dilanjutkan oleh Ibu dan diakhiri 4 halaman terakhir oleh Sigit.

baca-buku-dongeng2

2 malam selanjutnya Sigit bisa membaca 16 halaman secara utuh sendirian dan yang membuat Ibu terharu Sigit membaca mengikuti nada bacaan Ibu yang mengalun seperti drama. Misalnya saat membaca kalimat di halaman pertama , “Kata-kata pertama yang mereka dengar di dunia ini adalah “Prajurit Timah !” Biasanya kata Prajurit Timah akan Ibu bacakan dengan suara memekik . Maka Sigit mengikuti alunan kata Ibu itu. Juga ketika Prajurit Timah bertemu tikus tanah di pipa, dimana tikus itu marah kepada Prajurit Timah maka nada bacaan Sigit pun terlihat jengkel sebagaimana kejengkelan si Tikus yang itu tirukan.

halaman-pertama

Setelah itu kemarin malam, Sigit menyuruh Ibu membacakan cerita itu dari Awal dan yang dilakukan Sigit adalah mempraktekkan isi bacaan itu. Sigit menjadi si Prajurit Timah yang berkaki satu, dengan membawa sendok penggorengan sebagai senjata dan mengangkat satu kaki ke atas agar terlihat hanya memiliki satu kaki. Hahahahah .. Sahira pun ikut berperan dalam drama ini, dia menjadi penari balet yang mengangkat kakinya satu kakinya tinggi-tinggi. Ibu terpaksa memegang pinggang Sahira agar dia bisa membuat tampilannya mirip di buku cerita, kedua tangan di angkat ke atas membuat seperti lingkaran dan salah satu kaki diangkat laksana penari balet.

Giliran ketika Prajurit Timah dimasukkan ke dalam perahu dari kertas Koran, Ibu pun harus membuat perahu sebagai tempat berdiri Sigit selaku Prajurit timah.

Kalian bahagia sekali dengan sandiwara malam itu. Sementara Ibu hanya bisa terharu dan berdoa semoga ketika kalian membaca cerita dongeng “Pakaian Baru Sang Raja “ tidak akan ikut-ikutan bertelanjang di malam hari untuk mempraktekkan tingkah si Raja saat bermain peran sesuai isi dongeng itu.

Kisah Anting Sahira

Salah satu keunikan dikaruniai anak perempuan adalah pernak pernik penampilannya yang beraneka ragam. Aneka bentuk , warna, tampilan mewarnai kesehariannya, termasuk salah satu diantaranya adalah Anting / Giwang/Kerabu (bahasa Medan)

Sahira pun tidak luput dari yang satu ini. Walaupun tindik anting masih kontraversial dari sudut syariah Islam, yang jelas tahun 2005 , RSIA Hermina menawarkan fasilitas ini bagi bayi yang lahir di sana.

Anting pertama Ira dihadiahkan oleh Bibi Tengah Pekayon (Bibi Maria) dan dipasangkan oleh suster di bagian Bayi, sehingga Ibu tidak pernah mendengar tangisan mu saat cuping telinga mungil itu dimasuki oleh jarum pelubang. Anting ini terbuat dari Emas 24 karat seberat 1 gram harganya Rp 170.000, Bi Tengah membelinya di Toko Mas di Metmal Bekasi yang berada tidak jauh dari RS Hermina Bekasi.

anting-pertama1

Anting itu bertahan cukup lama, kurang lebih 1, 5 thn .Setelah itu aktifitas Ira membuat salah satu anting itu nyangkut ntah dimana dan akhirnya hilang sebelah. Mbak Murni meminta Ibu segera membelikan penggantinya karena tidak ingin lubang di cuping telinga itu tertutup karena tidak ada pengganjalnya.

Setelah berdiskusi dengan Nyak Imah (Tukang pijat Langganan) , diputuskan untuk membeli anting model Toge. Ibu awalnya bingung seperti apa bentuknya, tapi pengalaman Nyak, bahwa Fitri, cucu perempuannya sudah 3 tahun menggunakan anting model ini dan tidak pernah jatuh. Ibu minta tolong Nyak untuk membelikannya di toko Mas di Pasar Seroja, harganya ½ gram Rp 70.000

Ternyata membutuhkan 2 orang untuk menggunakannya, mungkin karena Ira sudah bisa mengapresiasikan rasa sakit ketika itu dengan tangisan, membuat Mbak Murni minta bantuan Mama Dida (tetangga depan rumah) untuk memasang anting tersebut.

Sayangnya umur anting ini tidak lama, 6 bulan kemudian, satu dari Anting Toge ini hilang ntah dimana. Kabarnya nyangkut di kelambu dan akhirnya tidak dapat ditemukan lagi. Ira cukup bangga dengan satu anting tersisa di telinga. Lihatlah waktu ke RS Hermina untuk imunisasi Typhoid pada umur 2 tahun, santai aja dengan gaya unik itu.

anting-1-saja

Waktu Mbak Murni melaporkan kepada Ibu bahwa lubang pada telinga yang kanan mulai tertutup, sementara saat itu Ibu tidak punya uang ekstra untuk membeli penggantinya maka diputuskan untuk menggunakan 2 sisa anting yang berbeda model itu di Telinga Ira.

Maka telinga kiri menggunakan Anting dari Bi Tengah yang model klasik Bulat dan telinga kanan menggunakan Anting Toge .

anting-slank

Dan dengan gaya slank ini Ira menampilkan diri di Medan, Juni 2008, saat Mama Andi nikah. Cukup Unik dan Sering dipertanyakan Keluarga yang bertemu. Ira jadi ngetop deh . Tapi tidak ada nyindir Ibu bahwa gaya ini tercipta karena Ibu tidak punya duit. Coba kalau ada yang ngeledekin pasti langsung Ibu todong duit patungan buat membeli sepasang anting yang baru. Hahahah ..

Agustus 2008 , Alhamdulillah Ibu punya rezeki untuk membeli Anting baru dengan model bulat dengan diameter yang lebih lebar dibandingkan saat bayi. Terbuat dari Emas 22 karat seberat 1/2 gram , harganya Rp 65.000 belinya di Pasar Poncol di Komplek Permata Hijau. Lihatlah betapa manisnya Ira dengan anting baru itu, walaupun kata Mbak Murni, diiringi air mata Ira untuk memasangkannya.

anting-bundar

Namun, sekali lagi terjadi pemberontakan , diawali ketika Lebaran Oktober kemarin ke Kutoarjo, Ira melihat dek Nafis (anak Lek Wono) tidak menggunakan anting. Kebetulan sekali Ibu dek Nafis (Lek Umi) berprinsip bahwa menindik telinga makruh hukumnya karena termasuk kategori menyakiti diri sendiri. Ira yang ntah kenapa sepertinya melihat bahwa menggunakan Anting itu tidak penting dan memutuskan untuk mencopot anting itu dengan menariknya pada suatu hari saat hendak tidur. Untung Ibu sempat mendapatkan ke 2 anting tersebut.

Alhasil Ira tidak menggunakan Anting lagi.

Sampai suatu hari di awal November, Ira memutuskan untuk ikut kelas playgroup di hari Sabtu di RA Darul Hikmah, tempat Sigit sekolah. Waktu itu Ira sudah menggunakan baju olahraga (bekas Sigit waktu Playgroup) , celana jeans dan sepatu kets. Menunggu bel masuk , Ira bermain seluncuran di halaman RA.

Ibu Endah salah satu pemilik RA , tanya ke Ibu, “Ibu , Adik Sigit yang perempuan tidak diajak ?

Jawab Ibu dengan heran atas pertanyaan itu , “Ini dia anaknya ! “

Ibu Endah : “ Subhanallah , Maaf Ibu, saya kira ini anak Ibu yang lain. Walaupun saya sebenarnya heran, karena kata pembantu Ibu dia mengasuh satu anak di rumah yang belum sekolah. Sementara yang sering diajak itu pakai jilbab. “

Walah , gini nih saat Ira tampil tomboy. Tanpa Anting, tanpa Jilbab.

Karena peristiwa kehilangan identitas ini, diputuskan Ira untuk membeli anting baru. Mudah – mudahan jika memilih sendiri modelnya akan memotivasi Ira untuk bertahan dalam menggunakannya. Maka inilah model yang dipilih Ira. Berurai panjang ke bawah dengan kaitan , kemudian disusul batu berwarna biru selanjutnya kepingan kepala Mickey Mouse, ini dari Emas , 22 karat dengan berat 0,5 gram harganya Rp 65.000 belinya lagi lagi di tukang emas di Pasar Poncol.

anting-mickey

Lantas apakah ini ending kisah Anting Ira ?? ternyata tidak.

Minggu lalu Anting yang kiri copot pada gambar Mickeynya dan kemarin malam copot dan tinggal lingkarannya saja. Aduh ternyata umur Anting ini tidak sampai satu bulan.

Hari ini di KRL Ibu membeli anting imitasi bergambar strawberry seharga Rp 2.000 dengan kaitan dari plastik. Kalaupun cepat rusak Ibu tidak terlalu sedih karena harganya murah meriah. Sepertinya harus menunggu 3 tahun lagi Ira dibelikan Anting dari Emas ya.

anting-strawbery

« Newer Posts - Older Posts »