| | |
| |||||||||||||||
| | Produksi Petani Ikan Mas Turun Pedagang ikan di pasar ikan Loano, Kuncung (35), Rabu (11/4), mengungkapkan, petaninya beberapa waktu lalu menyebar bibit sebanyak 3.000 ekor. Hasilnya yang masih bertahan ternyata hanya 750 ekor. "Berarti terjadi penurunan 75 persen kan," jelasnya meyakinkan. Menurut Kuncung, musim kali ini yang tidak menentu, terkadang hujan dan terkadang panas membuat suhu air tidak stabil. Akibatnya, bibit ikan yang kurang tahan mati. "Ikan Mas itu tidak terlalu tahan," tukasnya. Selain ketidakstabilan musim, petani juga dihadapkan pada masalah burung yang sering memakan bibit di kolam. Ikan Mas termasuk jenis yang paling disukai burung. Pedagang lain, Yanto (29) mengatakan, akibat penurunan produksi tersebut harga ikan Mas naik. Baik untuk jenis konsumsi maupun bibit. Untuk jenis konsumsi misalnya, sejak beberapa waktu lalu harganya naik dari Rp 15.000 perkilogram menjadi Rp 17.000 perkilogram. "Kalau bibit harganya lebih mahal. Sekarang mencapai Rp 40.000 perkilogram," katanya. Untuk jenis ikan lainnya, Ponijan (42), juga pedagang di pasar ikan Loano, mengungkapkan masih stabil. "Yang lain masih stabil. Bawal, lele, gurame, nila, dan patin baik produksi maupun harganya stabil," katanya. Sedikit ada peningkatan jumlah permintaan adalah ikan jenis lele. Menurutnya ini wajar karena seperti biasa setiap musim penghujan banyak masyarakat yang mengisi kolamnya. Pada bagian lain Ponijan mengungkapkan, sejumlah petani di Loano saat ini mulai membudidayakan ikan gurame. "Dulu kita hanya kulakan, tapi sekarang budi daya sendiri," katanya. Hanya ada sedikit kendala yang dialami. Yaitu ketersediaan makanan ikan berupa cacing yang pada musim penghujan ini lumayan sulit dicari. "Tempat-tempat cacing terendam air," katanya.( nur kholiq/Cn08 )
| ||||||||||||||
| Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar