Minggu, 11 Januari 2009

pemberdayaan perikanan

identifikasi lokasi pemberdayaan pembudidaya skala kecil & monev kebun bibit rumput laut tgl 21 – 24 mei 2008 di prov. JATENG




Dalam rangka Identifikasi Lokasi Pemberdayaan Pembudidaya Skala Kecil dan Monev Kebun Bibit Rumput Laut di Provinsi Jawa Tengah telah dilakukan kunjungan kelapangan yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 24 Mei 2008 dan hasilnya dapat kami laporkan sebagai berikut :
Identifikasi Lokasi Pemberdayaan Budidaya Skala Kecil dilakukan di dua Kabupaten yakni Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Purwodadi;
Kabupaten Purworejo;
Kelompok pembudidaya yang dikunjungi adalah Mino Ngremboko Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo; Dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 22 orang, dengan komoditas yang dibudidayakan utamanya ikan lele namun ada juga yang membudidayakan ikan Gurame; Pada umumnya wadah budidaya yang digunakan beragam, ada yang menggunakan kolam tanah, kolam tembok serta kolam terpal dengan rata-rata kepemilikan 1 - 3 kolam perorang; Permasalahan yang dihadapi pembudidaya di Kelompok Mino Ngremboko adalah pada saat musim dingin, sekitar bulan Juli - Agustus dimana banyak terjadi kematian ikan karena cuaca yang dingin; Permasalah yang dihadapi pembudidaya di Kelompok Mino ngremboko adalah mahalnya harga pakan,dimana 1 sak yang sebelumnya hanya Rp. 147.000,- sekarang naik menjadi Rp. 190.000,- sedangkan harga jual lele sebesar Rp. 9.000,- diambil dilokasi. Terbatasnya margin keuntungan pembudidaya menyebabkan pengembangan kelompok ini menjadi terhambat, dan pada saat kunjungan dijumpai kolam yang kosong, oleh karenanya diharapkan melalui kegiatan akselerasi pemberdayaan pembudidaya skala kecil dapat mendorong para pembudidaya untuk dapat berbudidaya kembali dan melakukan budidaya lebih effisien dengan hasil yang optimal.

2). Kabupaten Purwodadi;
a. Kelompok Pembudidaya Mina Arga Tirta;
Kelompok Pembudidaya yang dikunjungi adalah Kelompok Mina Arga Tirta, dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 25 orang, dan rata-rata kepemilikian kolam adalah 1 - 3 kolam. Kolam yang diusahakan beragam ada yang dengan kolam tanah dan ada pula dengan kolam terpal; Komoditas ikan yang dibudidayakan umumnya ikan lele namun ada juga yang membudidayakan ikan nila. Dari 25 anggota kelompok yang masih aktip hanya 15 orang, dari pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa kelompok ini masih boleh dikategorikan sebagai kelompok pemula. Sehingga masih sangat diperlukan pembinaan terlebih dahulu khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah, baru setelah dilakukan pembinaan dan diperlukan pembinaan dan pendampingan lebih intensif maka kegiatan akselerasi pemberdayaan budidaya skala kecil menjadi salah satu alternatip; Pemberian pakan pada budidaya lele di kelompok ini belum optimal dan pembudidaya memberikan pakan tambahan berupa bekicot. Disamping itu untuk menambah volume air di kolam yang berkurang, dilakukan penambahan air dari saluran dengan menggunakan pompa; Berdasarkan pengamatan dilapangan, dikuatirkan pada bulan bulan tertentu pada saat ada pemeliharaan saluran, akan megalami kesulitan memperoleh suply air.

Budidaya Gurame;
Kunjungan dilakukan terhadap budidaya gurame yang dilakukan oleh Suratman di Desa Sedadi Kab. Purwodadi, budidaya dilakukan di kolam yang dilapis terpal dengan memanfaatkan air saluran yang berasal dari Bendung Sedadi dengan menggunakan pompa air; Budidaya gurame dilakukan dalam wadah kolam dengan dilapis terpal, jumlah kolam yang diusahakan sebanyak 12 unit, dengan luas kolam 19 x 7 meter. Pakan yang diberikan pelet dan diberikan juga sayuran kangkung; Dengan penebaran bibit sebanyak 2.500 ekor dan dengan waktu pemeliharaan sekitar 12 bulan dan jumlah pakan yang diberikan sebanyak 48 sak (1 sak = 30 kg), dapat dihasilkan sekitar 1 ton dengan ukuran 2 ekor per kilogram. Dimana jumlah ikan yang masih hidup sekitar 2.300 ekor.

3. Monitoring dan Evaluasi Kebun Bibit Rumput Laut
a. Kabupaten Jepara;
Percontohan kebun bibit rumput laut dilakukan di perairan Desa Bandengan Kecamatan Jepara Kota kabupaten Jepara, budidaya bibit rumput laut dilakukan dengan metode rakit; Jenis rumput laut Cotonii yang dibudidayakan mencakup beberapa strains seperti jenis karimun, tembalang merah, sakol, maumere dan Filliphine; Dari hasil pengamatan dilapangan menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dimana dari 1 titik seberat 100 gram setelah dipelihara selama 1 bulan dapat dihasilkan 1000 gram.
b. Kabupaten Kendal;
Percontohan kebun bibit rumput laut dilakukan di perairan Desa Segentong Kecamatan Rawasari Kabupaten Kendal, budidaya bibit rumput laut dilakukan dengan metode rakit; Jenis bibit rumput laut Cotonii yang dibudidayakan hanya untuk strains jenis karimun dan maumere; Dari hasil pengamatan dilapangan belum menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dimana dari 1 titik seberat 100 gram setelah dipelihara selama 1 minggu dapat dihasilkan 200 gram.

4). Kesimpulan dan saran

Kelompok Mino Ngremboko Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, menurut pengamatan kami relatip lebih siap untuk memperoleh alokasi Pemberdayaan Budidaya Skala Kecil dengan kondisi kolam yang ada sebagian besar kosong, dan kelompok nampaknya cukup solid dengan dinamika kelompok dan semangat untuk maju serta nampak terlihat adanya koordinasi serta pembinaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Purworejo; Sedangkan untuk Kelompok Pembudidaya Kelompok Mina Arga Tirta, Kab. Purwodadi kondisi kelompok relatip baru sehingga dinamika kelompok masih belum nampak, serta kondisi perkolaman masih tingkat pemula dan dikuatirkan akan kesulitan sumber air pada musim kemarau, sehingga masih membutuhkan pembinaan yang lebih intensif dari Dinas Perikanan Provinsi dan Kabupaten; Perkembangan kebun bibit rumput laut baik di Kab. Jepara dan Kendal cukup menggembirakan, pelaksanaan kegiatan telah dilaksanakan dengan cukup baik dan rumput laut juga mau tumbuh dengan baik.

Tidak ada komentar: